Robot Pintar Akan Menaklukkan Manusia Pada Tahun 2100, Beberapa Pakar Menjelaskan

Robot Pintar Akan Menaklukkan Manusia Pada Tahun 2100, Beberapa Pakar Menjelaskan

Apa Anda siap untuk berjumpa tuan robot Anda?

Ide mesin superintesis kemungkinan terdengar seperti plot “The Terminator” atau “The Matrix,” tapi banyak pakar menjelaskan ide itu tidak mengada-ada. Beberapa serta berpikir singularitas – titik dimana kecerdasan bikinan bisa pas, dan mendahului, kecerdasan manusia – kemungkinan berlangsung cuma dalam 16 tahun. Tapi hampir tiap ilmuwan computer akan mempunyai perkiraan yang tidak sama untuk kapan serta bagaimana singularitas akan berlangsung.

Beberapa yakin pada saat depan utopis, dimana manusia bisa melebihi terbatasnya fisik mereka dengan pertolongan mesin. Tapi lainnya berpikir manusia selanjutnya akan melepas sejumlah besar potensi mereka serta dengan setahap jadi terserap ke organisme berbasiskan kecerdasan bikinan (AI), seperti dalam mesin pembuat daya dalam sel kita sendiri.

Singularitas dekat?

Dalam bukunya “The Singularity is Near: When Humans Transcend Biology” (Viking, 2005), futuris Ray Kurzweil meramalkan jika computer akan sepintar manusia pada 2029, serta pada 2045, “computer akan milyaran kali lebih kuat dibanding kecerdasan manusia tanpa ada pertolongan, “catat Kurzweil dalam emailnya ke LiveScience. “Prediksi saya tidak beralih, tapi pandangan konsensus ilmuwan AI sudah menjadi lebih dekat sama pandangan saya,” catat Kurzweil.

Bill Hibbard, seorang ilmuwan computer di University of Wisconsin-Madison, tidak membuat perkiraan yang cukup berani, tapi dia masih percaya AI akan mempunyai kecerdasan tingkat manusia sekian waktu di era ke-21. “Serta bila tebakan saya yang paling pesimis itu benar, itu bermakna itu akan berlangsung selama saat hidup beberapa orang yang telah dilahirkan,” kata Hibbard. Tapi periset AI yang lain skeptis.

“Saya tidak lihat pertanda jika kita dekat sama singularitas,” kata Ernest Davis, seorang ilmuwan computer di New York University. Sesaat AI bisa menaklukkan catur paling baik atau pemain Jeopardy serta lakukan tugas-tugas spesial yang lain, masih sekian tahun di belakang rata-rata anak berumur 7 tahun dalam soal akal sehat, visi, bahasa serta insting mengenai bagaimana dunia fisik kerja, kata Davis.

Contohnya, sebab insting fisik itu, manusia bisa melihat satu orang mengubah satu cangkir kopi serta cuma tahu jika hasilnya bisa menjadi kubangan air di lantai. Program computer, di lain sisi, harus lakukan simulasi yang melelahkan serta tahu ukuran cangkir yang pas, ketinggian cangkir dari permukaan serta beberapa patokan lain untuk mengerti hasilnya, kata Davis. [ 10 Bukti Menarik Mengenai Kopi ]

Potensi tidak terbatas

Sesudah singularitas berlangsung, orang tak perlu mati (mereka bisa dengan gampang tingkatkan dengan sisi cybernetic), serta mereka bisa lakukan apapun yang mereka kehendaki – seandainya dengan fisik kemungkinan serta tidak membutuhkan kebanyakan daya , kata Hibbard. Dua singularitas paling akhir – revolusi Pertanian serta Industri – semasing membuahkan 2x lipat dalam produktivitas ekonomi tiap 1.000 serta 15 tahun, kata Robin Hanson, ekonom di Kampus George Mason di Washington, DC, yang menulis buku mengenai singularitas hari esok. . Tapi demikian mesin jadi sepintar lelaki, perekonomian akan berlipat-lipat tiap minggu atau bulan.

Pergerakan produktivitas yang cepat ini bisa saja sebab “aktor” penting dalam perekonomian, yakni manusia, bisa dengan gampang direplikasi untuk apa saja ongkos untuk menyalin piranti lunak mesin pintar ke computer lain.

Baca juga : KECERDASAN BIKINAN MELEBIHI PENGACARA PERUSAHAAN UNTUK KECEPATAN SERTA KETEPATAN

Keruntuhan bumi?

Lonjakan produktivitas itu kemungkinan bukan hal yang baik. Untuk satu, robot kemungkinan dapat selamat dari skenario apokaliptik yang akan menghancurkan manusia. “Warga atau ekonomi yang khususnya dibikin dari robot tidak takut merusak alam secara sama dengan kita harus takut merusak alam,” kata Hanson. Serta lainnya cemas jika kita sedang ke arah hari esok yang tidak mempertimbangkan orang. Contohnya, mobil self-driving bisa tingkatkan keamanan, dan juga membuat juta-an pengemudi truk tidak kerja, kata Hibbard. Selama ini, tidak ada yang berencana peluang itu.

“Ada stimulan keuangan yang demikian kuat dalam memakai tehnologi dengan tidak tetap untuk kebutuhan kebanyakan orang,” kata Hibbard. “Itu bisa menjadi permasalahan yang benar-benar susah, kemungkinan permasalahan yang tidak dapat dituntaskan.”

Devolusi manusia?

Beberapa ilmuwan berpikir kita telah ada di tengahnya singularitas. Manusia sudah melepas banyak pekerjaan pintar, seperti potensi menulis, menavigasi, mengingat bukti atau lakukan penghitungan, Joan Slonczewski, pakar mikrobiologi di perguruan Kenyon serta penulis buku fiksi ilmiah yang disebutkan “Tepian Paling tinggi,” (Tor Books) , 2011). Semenjak Gutenberg temukan mesin bikin, manusia terus-terusan mendeskripsikan kembali kecerdasan serta mengalihkan tugas-tugas itu ke mesin. Saat ini, serta tugas-tugas yang dipandang seperti pokok kemanusiaan, seperti menjaga orangtua atau orang sakit, sedang diberikan pada robot empati , tuturnya.

“Pertanyaannya ialah, dapatkah kita meningkatkan kita dari kehadiran, dengan setahap diganti oleh mesin?” Slonczewski mengatakan. “Saya fikir itu pertanyaan terbuka.” Kenyataannya, hari esok umat manusia kemungkinan seperti dengan mitokondria, pusat daya sel. Mitokondria dahulunya ialah organisme berdiri sendiri, tapi dalam satu titik, sel leluhur menelan bakteri primitif itu , serta selama riwayat evolusi, mitokondria biarkan sel dengan setahap menggantikan semua peranan yang mereka kerjakan, sampai mereka cuma membuahkan daya. “Kami jadi seperti mitokondria. Kami sediakan daya – kami hidupkan mesin,” kata Slonczewski pada LiveScience. “Tapi makin, mereka lakukan segala hal.”

Leave a comment